Sindir Pegawai yang Bolos ‘Hari Kejepit’ Usai Idul Adha, Bupati Muratara: Kalau Gaji Dikurang Marah!

by -739 Views

KABARKITE.COM, MURATARA – Sebuah video curhatan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) mendadak viral di media sosial. Dalam video yang direkam sendiri secara live Jumat (29/05/2026) tersebut, sang bupati memperlihatkan kondisi halaman kantor pemerintahan yang tampak lengang dan sepi dari aktivitas pegawai.

Sambil berjalan mengitari area kantor, ia menyayangkan rendahnya kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer yang memilih tidak masuk kerja hanya karena momentum “hari kejepit” setelah libur hari raya Idul Adha.

Sentil Sumpah Jabatan dan Tuntutan Pegawai

Dengan nada sindiran yang cukup menohok, Bupati Muratara mengingatkan kembali esensi dari seorang abdi negara. Ia menegaskan bahwa setiap pegawai negeri sipil telah disumpah untuk setia mengabdi kepada negara dan melayani masyarakat.

“Sumpah itu untuk mengabdi pada negara. Tapi kalau hari kejepit, area apa (kenapa) begini? Sepi, kan? Saya juga mau sih liburan terus,” ujarnya sembari berseloroh dalam video tersebut.

Tidak berhenti di situ, ia juga menyoroti bagaimana para pegawai sering kali melayangkan protes atau bahkan berdemo jika hak-hak mereka, seperti penyesuaian gaji atau perpanjangan kontrak P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), mengalami kendala. Namun, tuntutan tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kedisiplinan yang ditunjukkan.

“Kalau gaji dikurang, marah. TPP dikurang, marah. P3K enggak diperpanjang, demo. Tapi waktunya masuk, enggak masuk. Mau terbersit (terjepit) kah, mau segala macam kah. Kita ini makan gaji yang dibiayai oleh duit negara,” tegasnya.

Ajakan untuk Refleksi Diri

Di akhir videonya, Bupati Muratara mengajak seluruh jajarannya untuk lebih mengedepankan disiplin pribadi ketimbang terus-menerus mencari pembenaran atau menyalahkan pihak lain.

Menurutnya, profesionalitas kerja harus tetap dijaga tanpa memandang apakah hari tersebut berada di antara hari libur resmi atau tidak.

“Kenapa lebih banyak orang kadang-kadang menyalahkan orang lain? Padahal diri sendiri itu kan harus disiplin. Waktunya masuk, ya masuk. Waktunya kerja, ya kerja,” pungkas H Devi Suhartoni Bupati Muratara sembari menutup rekaman video. (RUDI TANJUNG)