HDS Kunjungan Kerja Ke Muba, Upayakan Harga Karet Muratara Meningkat

by -14 views

Kabarkite.com, Musi Banyuasin (18/7) – Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suartoni beserja jajarannya gelar kunjungan kerja ke Musi Banyuasin, dalam rangka studi banding mengenai Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang, Rabu (17/7).

Dikutip dari media online Beligat.com, Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Muba Iskandar, Camat Keluang Debby Haryanto, Kadis Pertanian dan Perikanan Muratara Suhardiman, petani dan pengusaha karet Muratara, kunjungan kerja Wakil Bupati Muratara H Devi Suartoni disambut baik oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Herned.

Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara H Devi Suhartoni mengatakan dari studi banding ini menjadi tonggak sejarah untuk mendirikan UPPB di Muratara dengan harapan juga dapat mengangkat harga jual karet.

“Di Muratara sekarang harganya 6ribu rupiah, disini mencapai 9ribu rupiah, inilah tujuan kami belajar datang kesini,”katanya.

Selanjutnya Wabup Muratara Devi Suartoni mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemkab Musi Banyuasin yang telah menyambut beliau dengan baik.

“Terima kasih ilmu yang telah diberikan,”ucapnya.

Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi berharap dari kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan kebijakan Pemkab Muratara untuk meningkatkan harga jual komoditas karet.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat bermanfaat sebaik-baiknya bagi kedua daerah,” harapnya.

Ia menjelaskan dari luasan Kabupaten Muba ditanami sawit dan karet, dimana 350.000 hektar kebun karet 85% milik rakyat, dan kurang lebih 400.000 hektar kebun sawit yang 60% milik perusahaan.

“UPPB ini dibentuk sebagai salah satu langkah kita untuk meningkatkan harga jual karet rakyat karena lima tahun terakhir harga karet menurun,” tuturnya.

Selain UPPB lanjutnya dalam penyerapan hasil karet rakyat Pemkab Muba akan membangun jalan dari aspal campur karet, dan menghadirkan hilirisasi.

“Tahun ini juga 2.000 hektar kita akan melakukan pemerajaan karet rakyat yang sudah tua, beserta memberikan bantuan bibit,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua UPPB Desa Cipta Praja Suprih Giyono mengatakan UPPB tersebut dibentuk sejak tahun 2015, hingga saat ini telah beranggotakan 550 orang petani karet.

“Per Minggu kita melakukan pelelangan 40-45 ton hasil karet masyarakat, yang membelinya dari perusahaan dari dalam dan luar daerah, dengan harga jual rata-rata mencapai Rp. 9.680 per kilogram,” tukasnya.(Akw)