Naskah Cerita : Dewi Berambut Panjang Goa Batu Napallicin Terpilih Sebagai Cerita Rakyat Terbaik 2017 

by
Kabarkite.com, Muratara (21/4) – Naskah Cerita berjudul Dewi Berambut Panjang Goa Batu Napallicin karya Ferry Irawan AM akhirnya ditetapkan sebagai Naskah Cerita Rakyat terbaik oleh Dewan Juri di Balai Bahasa Palembang. Penilaian tersebut bersamaan dengan lomba Teaterisasi Cerita Rakyat Sumatera Selatan di Balai Bahasa, Jaka Baring Palembang tanggal 19-20 April 2017.
Adapun Cerita Rakyat Dewi Berambut Panjang Goa Batu Napallicin yang berasal dari Kabupaten Musi Rawas Utara ini sebagai adaptasi dari Novel Babad Sriwijaya dan Cerpen 7 Lidi Sakti Danau Rayo yang masih karya Ferry Irawan AM mengkisahkan seorang Dewi berambut Panjang yang kerapkali muncul manakala bulan Purnama. Sang Dewi bersenandung pilu yang memikat pemuda pemuda tampan.
Tersebutlah penguasa suku yang terbesar kala itu bernama Damhita mendapat giliran untuk memberikan sesembahan berupa jejaka tertampan  kepada sang dewi. Namun, sesembahan yang di ambil dari suku Danau Tiga Warna itu ternyata tidak perjaka lagi. Sang Dewi menjadi murka dan langsung membunuh pemuda bakal sesembahan.
Merasa dikhianati, Subra kepala suku Damhita bertarung dengan Rampane yang memberikan sesembahan  yang berasal dari suku Danau Tiga Warna.
Pertarungan sengit itu terhenti dengan kehadiran sosok manusia misterius yang tiba-tiba melerai dengan sekali gebrakan membuat Subra dan Rampane terpental.
Orang misterius tersebut memekik garang memanggil dewi dan menantangnya. Suasana semakin tegang manakala kehadiran dewi menggentarkan dinding-dinding goa. Singkat cerita pertarungan keduanya pun tak terelakkan degan melibatkan para dayang Dewi dan pasukan ghaib orang misterius yang muncul dari sela sela batu. Hingar bingar suara pertarungan di tengah malam itu mengundang kawanan binatang-binatang buas untuk ikut menyaksikan.
Pada puncaknya kedua pasukan lenyap manakala matahari pagi menembus celah.celah goa. Pemuda misterius yang masih bersemedi melantangkan suaranya keras-keras  melapazkan mantra mantra suci dan mennghantamkannya pada Dewi Berambut Panjang yang bersemedi di atas batu. Dewi akhirnya terpental jauh dan membentur goa batu dan tersangkut di ujung batu yang tiba tiba meruncing dengan sendirinya. Penguasa Goa Batu itu pun tewas dengan ancaman dendam kesumat “aku akan terus mencari pemuda tampan dan hadir di goa ini setiap bulan purnama. Ha ha ha. Laps… Sosok dewi lenyap.
Sang pemuda yang hadir dari dunia nyata membuka kedua matanya. Tersenyum puas dan meninggalkan goa batu napallicin.(rilis)